• Cerpen,  Home

    PEREMPUAN YANG TERJERAT KURSI TAMAN

    Sebuah kursi kayu di tengah-tengah taman nampaknya menjadi tempat yang sangat nyaman bagi Mira. Di sekelilingnya terdapat banyak bunga berwarna-warni, serta air yang mengalir dengan ikan-ikan yang berenang ke sana ke mari.             Mira duduk membelakangi sinar matahari. Bayangannya setiap waktu semakin memanjang kemudian hilang disergap malam yang datang. Mira tidak beranjak, bahkan bergeser pun tak dilakukannya. Sesekali ia hanya menggerakkan kakinya atau membenahi rambutnya yang sesekali jatuh menghalangi tatapan matanya saat angin meniup.             Kursi taman menjeratnya sehingga Mira tidak bisa ke mana-mana. Jeratan ini bukan kehendak si Kursi. Doa Mira lah yang membawanya ke taman ini. Mira merasa…

  • Cerpen,  Home

    BENGAWAN DI RAUT BAPAK

    Waktu berangsur pergi meninggalkan tapak tilas yang terpatri. Masih kuingat dengan jelas, tanah merah dan aroma petrikor bulan Juni yang muram. Senandung tangis mengudara memecah telinga bersama denting gerimis di antara geming. Ibu berurai air mata, sedang aku tanpa kata…

  • Home,  Puisi

    Sebuah himpunan puisi LUPA

    Benang Benang biru, benang yang pilu benang yang menjahit saku jaketmu yang mengaitkan gelombang suara dan temaram warna Nebula Di saku jaketmu: aku bukan apa-apa tanpa sekawan benang yang saling menjerat –aku kumpulan pecahan yang (paling) berceceran sepanjang pantai dan…

  • Home,  Resensi Buku

    MENERTAWAKAN SI JENIUS DUNGU

    Kita telah terlanjur berada di dunia dengan dua kategori yang dilekatkan pada diri seseorang mengenai kecerdasannya. Jenius dan dungu. Secara teori psikologi, pada titik itulah manusia barangkali berada di suatu kondisi cognitive distortion dalam teori milik Aaron Beck. Seperti black…

  • Home,  Puisi

    SELEMBAR MALAM DI MEJA

    bersama koran-koran bekas yang hilang beberapa halaman kita tuntaskan cerita jendela dan kenangan mari berinsomnia juga bersenandung doa sebuah ritual pertemuan damba dan rahasia kutepikan sekoci ke pulau rindu malam ini segelas kopi, juga kolom ekonomi hingga sastra budaya merupa…

  • Cerpen,  Home

    ADA PELANGI DI WAJAHMU

    “Mama, Ma…” Lelaki kecil itu mengguncang tubuh seorang wanita yang terkulai tak berdaya di sampingnya. Wanita itu tetap bergeming. Sementara, lelaki kecil hanya bisa memandang ibunya iba. “Mama pasti sakit, tubuhnya dingin sekali,” ujarmu dalam hati. Kau beranjak dari dapur…

  • Home,  Puisi

    Inkompatibilitas dan Puisi-Puisi Lainnya

    Aku Menemukannya, Perempuan yang Matanya bagai Cakrawala Pagi Kini aku menemukannya– perempuan yang matanya bagai cakrawala pagi Teduh dan hangat dalam satu– menghantarkan hangat fajar serta sejuk belai kabut Anak-anak angin bersama dalam setiap langkah lelah perempuan itu Segala rupa…

  • Cerpen,  Home

    Suatu Hari di Kota Mantex Pada Tahun 2221

    I/Gerbang Pertama Ramalan             Detak jantung Rasyid Hudefi dua kali lipat lebih cepat saat secarik kertas dan pena disodorkan pada meja kerjanya.  Para Cyborg mengancam Hudefi dengan sinar lasernya yang mematikan. Keringat Hudefi mulai rembas dari pori-pori kulitnya. Seluruh tubuh…

  • Cerpen,  Home

    PESAN DALAM PELUKAN HUJAN

    Ilustrasi oleh Fangky Triana “Rai, pesan ini untukmu. Di negeri di mana hujan turun sepanjang dua pertiga tahun, orang-orang menantikan sinar mentari, seperti aku merindukanmu….” Kurasakan hembusan angin menerpa wajahku. Semakin sore ia bertiup, semakin kencang menerbangkan dedaunan kering yang…

  • Home,  Puisi

    Kota dan Kita dan Puisi-puisi Lainnya

    Sejak Engkau Menjadi Jam Dinding 1/Sejak engkau menjadi jam dindingEngkau melompat-lompat mengikuti detak dan detikMengayun-ayun; melambat dan menggelinjang di sepasang mataku 2/Sejak engkau menjadi jam dindingWaktu serupa ayat-ayat Tuhan yang magisMenyuruhku mengimani engkau setiap hari 3/Sejak engkau menjadi jam dindingEngkau…

  • Cerpen,  Home

    Kelamin

    “Jika kamu mendengar kata cinta dan di kepalamu langsung terbayang mengenai laki-laki dan perempuan, aku katakan bahwa kepalamu mengalami masalah serius. Dan jika kamu mendengar kata kelamin dan kamu merasa tidak nyaman, kukatakan sekali lagi bahwa kepalamu mengalami masalah serius”-Kelamin…

  • Home,  Puisi

    AKU INGIN TIDUR DI MATAMU

    Ilustrasi oleh Fangky Triana Destinasi Basah Kala malam kian hilang Lalu bulan yang sayup mulai muncul Aku mencium aroma tubuhmu Keringat dan hangat Disusul tanganmu yang merayap Perlahan menuju liang Menyusuri kulitku Mengarungi belantara hutan Bersama mulut yang berpadu Mata…

  • Home,  Puisi

    AIR MATA RINDU DAN PUISI-PUISI LAINNYA

    Air Mata Rindu Air mata perempuan itu sakit Sesakit batinku menahan rindu yang menggigit Air mata perempuan itu pahit Sepahit buah peria yang kugigit Kini kurindu cerita kisah perempuan itu yang terhampar dalam benak lemahku Terkeping dalam bongkahan batu Tanpa…